Download Source Code Aplikasi

Firebird Database

Thursday, September 20th, 2018 - database

Firebird 2 yaitu salah satu aplikasi RDBMS (Relational Database Management System) yang bersifat open source. Firebird juga termasuk database open source yang hingga dengan kini masih terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan akan database yang handal namun cukup ringan dan gampang dalam mengoperasikannya.
Anda bisa download ke website resminya di sini http://www.firebirdsql.org.
Firebird (juga disebut FirebirdSQL) yaitu sistem manajemen basis data relasional yang menunjukkan fitur-fitur yang terdapat dalam standar ANSI SQL-99 dan SQL-2003. RDBMS ini berjalan baik di Linux, Windows, maupun pada sejumlah platform Unix. Firebird ini diarahkan dan di-maintain oleh FirebirdSQL Foundation. Ia merupakan turunan dari Interbase versi open source milik Borland. Karena itulah Interbase dan Firebird bergotong-royong mempunyai CORE yang sama sebab awalnya sama” dikembangkan oleh Borland.
Namun dalam perkembangannya, Interbase yang komersial di-bundle oleh Borland menjadi Phoenix, sedangkan Firebird yaitu interbase yang dikembangkan oleh komunitas Open Source, sehingga menjadikannya sebagai produk Database Server yang FREE. Kalau dikaitkan dengan support, tentunya terperinci beda sebab produk komersial dan free. Dalam konsep teknik programmingnya, ada banyak yang sama, namun pengayaan Firebird lebih banyak dan menjadikannya lebih luwes, terutama dalam koneksi client-server (port) dan integritasnya. Modul-modul isyarat gres ditambahkan pada Firebird dan berlisensi di bawah Initial Developer’s Public License (IDPL), sementara modul-modul aslinya dirilis oleh Inprise berlisensi di bawah InterBase Public License 1.0. Kedua lisensi tersebut merupakan versi modifikasi dari Mozilla Public License 1.1.
Sebagai salah satu database open source, Firebird patut dipertimbangkan sebagai alternatif database untuk aplikasi kita.
Penulis tertarik dengan kemampuan dan fitur yang ditawarkan oleh database ini, sehingga ingin membagikan pengalaman mengenai database ini.
Sekilas sejarah firebird
Firebird dikembangkan dari codebase interbase versi 6.0 yang open source. Interbase yaitu aplikasi database yang telah dikembangkan oleh beberapa perusahaan dan dalam beberapa nama yang berbeda. Terakhir dikembangkan oleh Borland dan borland juga yang telah membuat Interbase versi 6.0 menjadi open source, walapun borland kemudian merubah interbase menjadi closed source kembali pada versi 6.5 dan seterusnya hingga kini versi 7.1.
Ada beberapa komunitas yang berbagi interbase open source ini, diantaranya yaitu Firebird Foundation, yaffil, vulcan dan fyracle. Namun semua root development tersebut rencananya akan digabungkan menjadi 1 root development dengan nama firebird pada firebird versi 3.0 keatas.
Beberapa alasan yang mengakibatkan penulis menentukan Firebird sebagai database pilihan diantaranya adalah:
  1. Kemudahan installasi
  2. Memiliki fitur standard yang tidak mengecewakan lengkap (Stored Procedure, View, Trigger)
  3. Database hanya 1 file atau multispan file
  4. Memiliki fitur Embeded Server
  5. Dukungan pada banyak platform (windows, linux, unix)
  6. Footprint yang kecil
  7. Dukungan pada UDF
  8. Komunitas yang besar
  9. Dukungan driver yang luas
Kemudahan penggunaaan dari firebird cukup mengatakan banyak pilihan, baik untuk mengakibatkan Firebird sebagai database embeded ibarat untuk aplikasi dalam CD Rom ataupun sebagai database enterprise. Meski diakui hingga firebird 1.5 belum banyak fitur yang mendukung kebutuhan enterprise secara built in, namun prospek ke depan dari database ini sangat baik.
Kemampuan dan Kelebihan Firebird
Beberapa kemampuan dari open source DBMS ini antara lain:
  1. Firebird support dengan transaksi layaknya pada database komersial lainnya. Sebuah transaksi bisa di-commit atau di-rollback dengan mudah. Bahkan Firebird support dengan savepoint pada suatu transaksi dan kita bisa melaksanakan rollback kembali ke savepoint yang kita tentukan tadi (ini ibarat mirip kemudahan pada Oracle). 
  2. Firebird memakai sintaks standard untuk membuat suatu foreign key. 
  3. Firebird support row level locks, secara default Firebird memakai apa yang disebut dengan multi-version concurrency system. Ini artinya bahwa semua session pada database akan melihat data yang usang hingga data yang gres sudah di-commit ke dalam database. 
  4. Firebird support stored procedure dan triggers dengan bahasa yang standard sehingga tidak akan membingungkan bagi Anda yang ingin belajar. Triggers pada Firebird ibarat mirip yang dijumpai dalam Oracle yaitu memakai before atau after insert, update atau delete. Ini berbeda dengan sistem trigger pada Sybase atau MS SQL Server yang memakai tabel virtual inserted dan deleted
  5. Firebird bisa melaksanakan replikasi, solusi untuk replikasi kebanyakan dibentuk oleh pihak ketiga, tetapi bergotong-royong teknik replikasi ini ibarat konsep trigger yang selalu memonitor adanya operasi insert, update atau delete ke dalam database. 
  6. Firebird support dengan multiple data file, ya, Firebird bisa memakai lebih dari satu file sebagai single logic database. Ini sangat mempunyai kegunaan bagi para DBA (Database Administrator) untuk mengadministrasi database
  7. Software untuk mengadministrasi gampang didapat sebab aneka macam software untuk mengadministrasi database Firebird, contohnya saja EMS IB Manager, IBConsole, isql, FBManager, Marathon dan banyak lagi yang lainnya. Aplikasi tersebut ada yang komersial atau bahkan ada yang open source.
  8. Banyaknya kemudahan support dan maintenance sebab banyaknya komunitas Firebird. Di Indonesia sendiri komunitas yang sering memakai Firebird biasanya yaitu programmer Delphi. 
Kekurangan Firebird
  • Pengguna firebird relatif sedikit

Walaupun mempunyai banyak keunggulan, Pengguna firebird relatif lebih sedikit daripada pengguna open source database lainnya. Sedikitnya pengguna ini tentu memunculkan pertanyaan besar, apa yang membuat database ini serasa tidak mendapat penghargaan atas apa yang dimilikinya. 
Beberapa faktor yang mengakibatkan sedikitnya pengguna dari firebird adalah:

  1. Tidak mempunyai santunan dari pemain besar teknologi gosip dunia ibarat oracle, IBM
  2. Website official dari firebird mempunyai tampilan yang kurang meyakinkan atau ketinggalan jaman, hal ini membuat banyak calon pengguna merasa tidak yakin
  3. Dokumentasi dari firebird buruk 
  • Dokumentasi buruk
Banyak pengguna gres dari firebird yang merasa bahwa dokumentasi dari penggunaan firebird yang terdapat pada situs resminya tergolong buruk. Tentunya hal ini akan sangat menyulitkan bagi para pengguna gres dari firebird yang gres saja memulai proses installasi atau ingin memakai firebird pada projek yang sedang dikerjakannya.
Namun demikian, bergotong-royong walaupun mempunyai dokumentasi yang buruk. para komunitas developer dari firebird yang aktif pada lembaga khusus pengguna firebird sedikit menutupi kekurangan tersebut. Dengan Komunitas yang aktif, pengguna gres sanggup bertanya atau mendiskusikan permasalahan perihal firebird kepada lembaga khusus pengguna firebird.
  • Learning Curve yang relatif curam
Fitur Firebird yang lebih banyak dari open source database yang lebih simpel ibarat MySql membuat Firebird lebih rumit untuk dipelajari. Ditambah lagi dengan dokumentasi yang tidak terlalu cantik dan juga komunitas yang sedikit menambah semakin sulit untuk mempelajari firebird.
Terkadang penggunaan Firebird terkesan overkill untuk para developer yang tidak terlalu membutuhkan fitur yang kompleks.
Demikian yaitu Keunggulan dan Kekurangan dari Program Database Firebird. Kesimpulannya, tiap database mempunyai keunggulan dan kekurangan sendiri – sendiri. Hal ini tergantung dari kebutuhan projek dan kemampuan dari developer untuk menentukan database mana yang akan dipakai untuk menuntaskan sebuah projek
Untuk Segala Ukuran Database
Beberapa orang mengira bahwa Firebird yaitu SMDBR yang hanya cocok untuk database kecil dan hanya diakses beberapa pengguna saja. Mereka salah! Firebird dipakai di banyak perusahaan besar dengan saluran pengguna yang tinggi. Salah satu rujukan yang cantik yaitu ibarat yang ditunjukkan di Softool’06 dimana Avarda (aplikasi ERP buatan Rusia) beroperasi memakai Firebird 2.0 jenis Classic dengan rata-rata 100 koneksi berkesinambungan mengakses database berukuran 120 GB berisi 700 juta record! Servernya yaitu mesin Sekolah Menengah Pertama (2 prosesor, Dell PowerEdge 2950) dengan RAM 6 GB.

Demikian yang dapat kami share kepada sobat source code aplikasi pada kesempatan ini, semoga dapat bermanfaat dan bisa menjadi referensi pemrograman bagi anda. Jangan lupa like Fan Page kami, dan SUBSCRIBE Channel Youtube kami untuk dapatkan update source code aplikasi terbaru.

(Telah didownload 5 kali, 1x didownload hari ini)
Download Source Code Aplikasi
Firebird Database | admin | 4.5


error: Content is protected !!