Download Source Code Aplikasi

Data Link Layer

Friday, October 18th, 2019 - IFC3503B

                                      152 Datalink layer term - Data Link Layer


 Pengertian Data Link Layer

Data link layer ialah layer kedua dari bawah dalam suatu model OSI, yang sanggup melaksanakan konversi pada frame-frame jaringan yang berisi data yang dikirimkan menjadi bit-bit yang mentah biar sanggup diproses oleh layer fisik. Layer ini merupakan layer yang akan melaksanakan transmisi data antara perangkat-perangkat jaringan yang saling berdekatan di dalam sebuah wide area network (WAN), atau antara node di dalam sebuah segmen local area network (LAN) yang sama. Layer ini bertanggungjawab dalam membuat frame, flow control, koreksi kesalahan dan pentransmisian ulang terhadap frame yang dianggap gagal.

Protokol Data Link Layer
Dalam Data Link Layer  terdapat  3 protokol utama yang sanggup dijelaskan berdasarkan pengirim dan penerimanya. Protokol – protocol tersebut antara lain :

Unstircted Simplex Protokol
Dalam protokol ini kiprah dari pengirim data dan peserta data dibedakan atas :
  • Pengirim
Dalam kegiatan ini pengirim mengambil paket dari NL dimana oleh proses dalam protocol di bentuk menjadi sebuha frame dan dikirimkan ke PL. Disini selanjutnya data siap untuk diterima oleh penerima.
  • Penerima
Ketika ada frame yang hingga di PL maka Penerima akan segera beraksi dan mengambil frame tersebut dari PL. Lalu paket yang terbungkus oleh frame diambil kemudian diolah. Ketika ada proses pengambilan tersebut maka penerima  juga mengirimkan paket sehingga peserta disini menjelma pengirim.
Dalam Unstircted Simplex Protokol data yang ditransmisikan hanya ke satu arah saja dengan catatan NL baik di sisi Penerima dan Pengirim sudah siap. Protokol ini tidak terbatas dengan waktu lantaran waktu proses diabaikan. Buffer yang dimilikipun mempunyai kapasitas yang tidak terhingga dan dengan kemampuan ini maka tidak ada frame yang rusak ataupun hilang.

Simplex stop and wait protocol
Perbedaan dengan protocol yang diatas ialah buffernya terbatas. Tetapi protocol ini mempunyai saluran komunikasi yang error free dan trafik datanya : simplex. Dikarenakan buffer yang dimilikii terbatas maka kecepatan prosesnya pun terbatas pula.  Protokol ini merupakan protocol dimana pengirim mengirimkan satu frame dan kemudian menunggu ack sebelum melanjutkan pengiriman
Berikut acara pengirim dan peserta data :
  • Pengirim
Data yang telah terbungkus dalam paket diambil dari NL kemudaia dibuat menjadi frame dan menggunu ack untuk pengirimannya. Ketika ack sudah ada maka frame terbut akan dikirimkan ke PL.
  • Penerima
Penerima akan merespon ketika ada frame yang tiba dengan mengambilnya dari PL.  Frame yang telah diambil di buka dan diambil paketnya. Paket tadi kemudian dip roses dan dilewatkan ke NL dan kirim ack kembali.

Protokol Simplex untuk Kanal yang bernoise
Protokol ini digunakan untuk situasi yang seseungguhnya lantaran sesungguhnya Kanal itu niscaya bernoise. Dikarenakan kanalnya bernoise maka frame bias rusak atauoun hilang. Untuk mencegah kehilangan data maka protocol ini terdapat kemudahan checksum dimana akan mendeteksi frame – frame apa saja yang rusak dan hilang.

Protokol yang sebelumnya
Pada protocol sebelumnya alur kerjanya sebagai berikut :
  • Pengirim
Data yang ada di NL diambil kemudia membentuk frame dimana frame tersebut ialah DLL. Lalu frame dikirimkan lewat PL.  Ketika ada ack atau pemberitahuna dari peserta maka pengirim akan mengirimkan frame yang berikutnya dan bila tidak ada maka frame akan dikirimkan ulang. Begitu seterusnya hingga selesai
  • Penerima
Data yang  diterima dari PL diproses dengan melaksanakan error checking. Kalau terjadi error maka data dibuang dan tidak mengirimkan ack, tetapi jikalau datanya elok dan tidak ada error maka ack akan dikirimkan untuk mendapaatkan frame lagi dari pengirim. 

Services / Layanan Data Link Layer
Fungsi dari lapisan data link adalah menyediakan layanan bagi lapisan jaringan. Layanannya yang penting ialah pemindahan data dari lapisan jaringan pada node sumber ke lapisan jaringan di pada node yang dituju. Tugas lapisan data link adalah menstransmisikan bit-bit ke komputer yang dituju, sehingga bit-bit tersebut sanggup diserahkan ke lapisan jaringan.
Transmisi kasatmata yang mengikuti lintasan akan lebih gampang lagi jikalau dianggap sebagai proses dua lapisan data-link yang berkomunikasi menggunakan protokol data link Lapisan data-linkdapat dirancang sehingga bisa menyediakan majemuk layanan. Layanan kasatmata yang ditawarkan suatu sistem akan berbeda dengan layanan sistem yang lainnya. Tiga layanan yang disediakan ialah sebagai berikut :
  • Layanan unacknowledged connectionless
Layanan jenis ini mempunyai arti di mana node sumber mengirimkan sejumlah frame ke node lain yang dituju dengan tidak memberikan acknowledgment bagi diterimanya frame-frame tersebut. Tidak ada koneksi yang dibuat baik sebelum atau sehabis dikirimkannya frame. Bila sebuah frame hilang sehubungan dengan adanya noise, maka tidak ada perjuangan untuk memperbaiki problem tersebut di lapisan data-link. Jenis layanan ini cocok bila laju kesalahan (error rate) sangat rendah, sehingga recovery bisa dilakukan oleh lapisan yang lebih tinggi. Sebagian besar teknologi [LAN] meggunakan layanan unacknowledgment connectionless pada lapisan data link.
  • Layanan acknowledged connectionless
Pada layanan jenis ini berkaitan dengan problem reabilitas. Layanan ini juga tidak memakai koneksi, akan tetapi setiap frame dikirimkan secara independen dan secara acknowledged. Dalam hal ini, si pengirim akan mengetahui apakah frame yang dikirimkan ke komputer tujuan telah diterima dengan baik atau tidak. Bila ternyata belum tiba pada interval waktu yang telah ditentukan, makaframe akan dikirimkan kembali. Layanan ini akan berkhasiat untuk saluran unreliable, seperti sistem nirkabel.
  • Layanan acknowledged connection-oriented
Layanan jenis ini merupakan layanan yang paling canggih dari semua layanan yang disediakan oleh lapisan data-link bagi lapisan jaringan. Dengan layanan ini, node sumber dan node tujuan membuat koneksi sebelum memindahkan datanya. Setiap frame yang dikirim tentu saja diterima. Selain itu, layanan ini menjamin bahwa setiap frame yang diterima benar-benar hanya sekali dan semua framediterima dalam urutan yang benar. Sebaliknya dengan layanan connectionless, mungkin saja hilangnya acknowledgment akan meyebabkan sebuah frame perlu dikirimkan beberapa kali dankan diterima dalam beberapa kali juga. Sedangkan layanan connection-oriented menyediakan proses-proses lapisan jaringan dengan aliran bit yang bisa diandalkan.
Pada dikala layanan connection oriented dipakai, pemindahan data mengalami tiga fase. Pada fase pertama koneksi ditentukan dengan membuat kedua node menginisialisasi variabel-variabel dancounter-counter yang diharapkan untuk mengawasi frame yang mana yang diterima dan yang belum diterima. Dalam fase kedua, satu frame atau lebih mulai ditransmisikan dari node sumber ke nodetujuan. Pada fase ketiga, koneksi dilepaskan, pembebasan variabel, buffer dan sumber daya yang lain yang digunakan untuk menjaga berlangsungnya koneksi.

SWITCHING
Dalam switching dikenal dua hal yaitu circuit dan packet switching. 

Cicuit Switching
Circuit Switching ialah jaringan simpul-simpul komunikasi yang secara fisik dirancang untuk melaksanakan pemindahan data dari satu simpul ke simpul yang lain hingga tujuan dicapai,
Ada simpul yang terhubung ke simpul lain, tugasnya semata-mata hanya untuk switching data. Simpul lain terhubung ke stasiun, tugasnya selain untuk switching juga untuk mendapatkan data dari stasiun. Jalur-jalur simpul biasanya di-multipleks, baik FDM (frequency division multiplexing) maupun TDM (time division multiplexing). Biasanya jaringan tidak sepenuhnya dikoneksikan, untuk menjaga reliabilitas jaringan, selalu disediakan kelebihan jalur.
Komunikasi melalui jaringan simpul mencakup tiga tahap, yaitu:
  • Pembangunan Circuit: circuit atau jaringan simpul yang akan dilewati dari satu stasiun ke stasiun lainnya ditetapkan, contohnya untuk mengirim data dari stasiun A ke stasiun E (lihat gambar yang menyertai posting ini), sanggup ditetapkan jalur yang melewati simpul 4, simpul 5, dan simpul 6.

  • Transfer data: data kemudian di-transfer melalui circuit yang sudah ditetapkan.

  • Diskoneksi Circuit: setelah semua data selesai ditransfer maka sinyal dirambatkan ke simpul 4,5, dan 6 untuk membebaskan simpul tersebut biar bisa digunakan oleh stasiun lain.
Packet Switching
Sebuah metode yang digunakan untuk memindahkan data dalam jaringan internet. Dalam packet switching, seluruh paket data yang dikirim dari sebuah node akan dipecah menjadi beberapa bagian. Setiap serpihan mempunyai keterangan mengenai asal dan tujuan dari paket data tersebut. Hal ini memungkinkan sejumlah besar potongan-potongan data dari aneka macam sumber dikirimkan secara bersamaan melalui saluran yang sama, untuk kemudian diurutkan dan diarahkan ke rute yang berbeda melalui router.

MEKANISME ERROR DETECTION
Pada gangguan transmisi serta imbas rate data, dan rasio sinyal?terhadap?derau pada rate kesalahan bit. Dengan mengabaikan desain sistem transmisi, akan terjadi kesalahan yang disebabkan oleh perubahan satu bit atau lebih dalam frame yang transmisikan.
Sekarang kita memutuskan probabilitas?probabilitas berikut dengan memperhatikan kesalahan yang terjadi pada frame?frame yang ditransmisikan:
Pb: Probabilitas kesalahan bit tunggal, disebut juga dengan the bit kesalahan rate (Bit Error Rate – BER)
Pl:  Probabilitas di mana frame tiba tanpa kesalahan bit.
P2: Probabilitas di mana frame tiba dengan satu atau lebih kesalahan bit yang tak terdeteksi.
P3: Probabilitas di mana frame tiba dengan satu atau lebih kesalahan bit yang terdeteksi namun tanpa 
kesalahan bit yang tak terdeteksi.
Pertama?tama amati kasus dikala tidak ada cara yang diambil untuk mendeteksi kesalahan. Maka probabilitas kesalahan yang terdeteksi (P3) menjadi nol. Untuk menyatakan probabilitas yang tersisa, asumsikan probabilitas dimana bit?bit tersebut yang mengalami kesalahan (Pb), konstan dan bebas untuk masing?masing bit. Maka kita dapat:

                                                                P1 = (1 ? Pb)F
                                                                P2 = 1 –P1
dimana F ialah jumlah bit per frame. Maksudnya, probabilitas di mana sebuah frame tiba tanpa penurunan kesalahan bit bila probabilitas kesalahan bit tunggal meningkat, menyerupai yang diharapkan. Selain itu, probabilitas di mana sebuah frame tiba tanpa penurunan kesalahan apabila dengan panjang frame juga meningkat; semakin panjang frame, semakin banyak bit yang dimiliki dan semakin tinggi probabilitas kesalahannya.
Kita ambil satu rujukan sederhana untuk menggambarkan keterkaitan ini. Suatu tujuan yang ditetapkan untuk koneksi ISDN ialah BER pada cartel 64?kbps harus kurang dari 10?6 pada sedikitnya 90 persen dari interval 1 menit yang diamati. Anggap saja kini kita mempunyai persyaratan yang lebih sederhana yang berada pada rata?rata satu frame dengan kesalahan bit tak terdeteksi yang bisa terjadi per hari pada saluran 64 kbps yang dipergunakan terus?menerus. Selain kita asumsikan pula panjang frame sebesar 1000 bit. 
Jumlah frame yang sanggup ditransmisikan dalam sehari bisa mencapai 5,529 x 106 , yang menghasilkan rate kesalahan frame yang diharapkan sebesar P2 = 1/(5,529 x 106) = 0,18 x 10?6 Namun bila kita mengasumsikan nilai Pb sebesar 10?6, maka P1 = (0,999999)1000 = 0,9999 dan karenanya P2 = 10?3, yang kira?kira tiga orde dari magnituda terlalu besar untuk memenuhi persyaratan ini.
Ini merupakan hasil yang mendorong penggunaan teknik?teknik pendeteksian kesalahan. Seluruh teknik ini beroperasi berdasarkan prinsip berikut. Untuk frame bit tertentu, perhiasan bit yang merupakan suatu isyarat pendeteksian kesalahan ditambahkan oleh transmitter. Kode ini dihitung sebagai fungsi dari bit?bit yang ditransmisikan lainnya. Receiver memperlihatkan kalkulasi yang sama dan membandingkan dua hasilnya. 
Kesalahan yang terdeteksi terjadi bila clan hanya bila terdapat ketidaksamaan. Sehingga P3 adalah probabilitas bahwa frame berisi kesalahan clan bahwa sketsa pendeteksian kesalahan akan mendapati kenyataan itu. P2juga disebut sebagai rate kesalahan tersisa dan merupakan probabilitas yang berarti bahwa kesalahan akan menjadi tak terdeteksi walaupun sketsa pendeteksian kesalahan dipergunakan.

SLIDING WINDOW
Fakta dalam flow control ini ialah bahwa hanya satu frame yang sanggup dikirimkan pada dikala yang sama. Dalam keadaan antrian bit yang akan dikirimkan lebih besar dari panjang frame (a>1) maka diharapkan suatu efisiensi. Untuk memperbesar efisiensi yang sanggup dilakukan dengan memperbolehkan transmisi lebih dari satu frame pada dikala yang sama.
GAMBAR: Pemanfaatan saluran untuk Stop-And-Wait
Bila suatu stasiun A dan B dihubungkan dengan jalur full-duplex, stasiun B mengalokasikan buffers dengan selebar n frame, yang berarti stasiun B sanggup mendapatkan n frame, dan stasiun A diperbolehkan untuk mengirim frame sebanyak n tanpa menunggu adanya jawaban.
Untuk menjaga jejak dimana frame yang dikirimkan sedang dijawab maka masing-masing balasan diberi label dengan nomor yang urut. Stasiun B menjawab frame dengan mengirimkan balasan yang dilengkapi nomor urut dari frame berikutnya yang diinginkan. Jawaban ini juga mempunyai maksud untuk memberitahukan bahwa stasiun B siap untuk mendapatkan n frame berikutnya, dimulai dengan nomer urut yang telah tercantum.
Skema ini juga sanggup dipergunakan untuk menjawab lebih dari satu frame. Misalnya stasiun B sanggup mendapatkan frame 2, 3 dan 4, tetapi menahan balasan hingga sampai frame ke 4 tiba, dengan kembali balasan dengan nomer urut 5, stasiun B menjawab frame 2, 3, dan 4 pada satu saat. Stasiun A memeliharan daftar nomer urutan yang boleh dikirim, sedangkan stasiun B menyimpan daftar nomer urutan yang siap akan diterima. Masing-masing daftar tersebut sanggup dianggap sebagai window dari frame, sehingga prinsip 
kerjanya disebut dengan pengontrol pedoman sliding-window.
Beberapa perhiasan komentar diperlukan, lantaran nomer urut yang digunakan menempati tempat didalam frame, komentar perhiasan ini dibatasai oleh terbatasnya tempat yang tersedia. Misalnya untuk tempat dengan panjang 3 bit, maka nomer urut jangkauannya antara 0 s.d 7 saja, sehingga frame diberi nomer dengan modulo 8, jadi sehabis nomer urut 7 berikutnya ialah nomer 0. Pada umumnya untuk tempat dengan panjang k-bit, maka jangkauan nomer urut dari 0 hingga dengan 2k-1, dan frame diberi nomer dengan modulo 2k.
Pada gambar dibawah menggambarkan proses sliding-windows, dengan diasumsikan nomer urut memakai 3-bit sehingga frame diberi nomor urut 0 s.d. 7, selanjutnya nomer yang sama digunakan kembali sebagai serpihan urutan frame. Gambar segiempat yang diberi bayangan (disebut window) memperlihatkan transmitter sanggup mengirimkan 7 frame, dimulai dengan frame nomer 6. Setiap waktu frame dikirimkan maka window yang digambarkan sebagai kotak dibayangi akan menyusut, setiap waktu balasan diterima, window akan membesar.
Ukuran panjang window sesungguhnya tidak diharapkan sebanyak ukuran maksimumnya untuk diisi sepanjang nomer urut. Sebagai contoh, nomer urut memakai 3-bit, stasiun sanggup membentuk window dengan ukuran 4, memakai protokol pengatur aliran sliding-window.
Sebuah rujukan digambarkan pada gambar berikutnya (Gambar: Contoh protokol sliding-window). Misalnya diasumsikan mempunyai tempat nomer urut 3-bit dan maksimum ukuran window ialah 7 frame. Dimulai dari stasiun A dan B telah menandai window dan stasiun A mengirimkan 7 frame yang dimulai dengan frame 0 (F0), sehabis mengirimkan 3 frame (F0, F1, dan F2) tanpa balasan maka stasiun A telah menyusutkan window nya menjadi 4 frame. Window menandati bahwa stasiun A sanggup mengirimkan 4 frame, dimulai dari frame nomer 3 selanjutnya stasiun B mengirim receive-ready (RR) yang berarti semua frame telah diterima hingga frame nomer 2 dan selanjutnya siap mendapatkan frame nomer 3, tetapi pada kenyataannya disiapkan mendapatkan 7 frame, dimulai frame nomer 3. Stasiun A terus mengirimkan frame nomer 3, 4, 5, dan 6, kemudian stasiun B menjawab RR7 sebagai balasan dari semua frame yang diterima dan pengusulkan stasiun A mengirim 7 frame, dimulai frame nomer 7.
Receiver harus sanggup menampung 7 frame belebihi satu balasan yang telah dikirim, sebagian besar protokol juga memperbolehkan suatu stasiun untuk memutuskan pedoman frame dari sisi (arah) lain dengan cara mengirimkan pesarreceive-not-ready (RNR), yang dijawab frame terlebih dulu, tetapi melarang transfer frame berikutnya.
GAMBAR: Skema Aliran Sliding-Window
Bila dua stasiun saling bertukar data (dua arah) maka masing-masing perlu mengatur dua window, jadi satu untuk transmit dan satu untuk receive dan masingmasing sisi (arah) saling mengirim jawaban. Untuk memperlihatkan donasi biar efiisien menyerupai yang diinginkan, dipersiapkan piggy-backing (celengan), masing- masing frame data dilengkapi dengan tempat yang menangkap urutan nomer dari frame, ditambah tempat yang menangkap urutan nomer yang digunakan sebagai jawaban. Selanjutnya bila suatu stasiun mempunyai data yang akan dikirim dan balasan yang akan dikirimkan, maka dikirimkan gotong royong dalam satu frame, cara yang demikian sanggup meningkatkan kapasitas komunikasi.
GAMBAR:Contoh Protokol Sliding-Window
Jika suatu stasiun mempunyai balasan tetapi tidak mempunyai data yang akan dikirim, maka stasiun tersebut mengirimkan frame balasan yang terpisah. Jika suatu stasiun mempunyai data yang akan dikirimkan tetapi tidak mempunyai balasan gres yang akan dikirim maka stasiun tersebut mengulangi dengan mengirimkan balasan terakhir yang dikirim, hal ini disebabkan frame data dilengkapi tempat untuk nomor jawaban, dengan suatu nilai (angka) yang harus diletakkan kedalam tempat tersebut. Jika suatu stasiun mendapatkan balasan yang sama (duplikat) maka tinggal mengabaikan balasan tersebut.
Sliding-window dikatakan lebih efisien lantaran jalur komunikasi disiapkan menyerupai pipa saluran yang setiap dikala sanggup diisi beberapa frame yang sedang berjalan, tetapi pada stop-and-wait hanya satu frame saja yang boleh mengalir dalam pipa saluran tersebut.
  1. E. LOGICAL LINK CONTROL
Logical Link Control (LLC) ialah sub-layer tingkat atas dari Data Link Layer (dimana Layer Datalink sendiri ialah layer 2, diatas Layer Phisycal) pada tujuh layer OSI. Datalink menyediakan aneka macam prosedur yang memungkinkan untuk beberapa network protokol (IP, IPX) sanggup berdampingan dengan  multipoint network and ditranportasikan melewati media jaringan yang sama, dan sanggup juga memperlihatkan prosedur flow control.
LLC sub-layer berjalan sesperti sebuah interface antara sub – layer Media Access Control (MAC) dan network layer
Penggunaan protokol untuk LLC pada jaringan IEEE 802, menyerupai IEEE 802.3 / Ethernet (jika field EtherType tidak digunakan),  IEEE 802.5, dan IEEE 802.11, dan pada beberapa jaringan bukan IEEE802 menyerupai FDDI, yang dispesifikasikan dengan IEEE 802.2 standard.
Beberapa protokol bukan IEEE 802 sanggup diterima selama sanggup dibagi dua ke dalam layer MAC dan 
LLC. Sebaggai contoh, dengan HDLC menspesifikasikan antara fungsi MAC (membuat frame dari paket) dan fungsi LLC (multiplexing protokol, flow control, detection, dan error control, menyiapkan sebuah pentrasmisian kembali dari kegagalan paket ketika terindikasi), beberapa protokol menyerupai Cisco HDLC sanggup memakai HDLC menyerupai pemberian frame dan protokkol LLC mereka sendiri.
Contoh lainnya daari Layer Data Link dimana yang terbagi antara LLC (untuk flow dan error control) dan 
MAC (untuk multiple access) adlah standard ITU – T G.hn, dimana yang menyediakan jaringan lokal berkecpatan tinggi melalui pengkabelan rumahan yang sudah ada (saluran power, saluran telepon, dan kabel coaxial).
Sebuah LLC header memberi tahu layer Data ink apa yang harus dilakukan dengan sebuah paket dikala frame diterima. Dia bekerja menyerupai ini : Host akan mendapatkan sebuah frame dan melihat pada header LLC  untuk mencari dimana paket ditujukan, sebagai contoh, IP protokol pada layer Network atau IPX.
  1. F. MEDIA ACCESS CONTROL
Pada umumnya ada dua bentuk dari MAC : yaitu mendistribusikan dan memusatkan. Keduanya mungkin membandingkan untuk mengkomunikasikan antara personal orang. Dalam sebuah jaringan yang dibuat oleh pembicaran insan contohnya dialog, kita melihat petunjuk – petunjuk dari sobat – sobat kita yang berbicara, terlihat jikalau salah satu dari mereka muncul untuk berbicara. Jika dua orang berbicara pada dikala yang bersamaan, mereka akan kembali dan memulai pada permainan yang sudah usang yang menyampaikan “tidak anda duluan”.
MAC juga memilih mana data frame yang berakhir dan selanjutnya mana yang mulai yang selanjutnya dikenal frame synchronization. Ada 4 pengertian dari frame synchronization : berdasarkan waktu, penghitungan karakter, kesanggupan byte, kesanggupan bit.
  • Berdasarkan waktu secara sederhana meletakkan sebuah spesifikasi jumlah waktu antara frame dengan frame yang lain. Kekurangan utama dari hal ini ialah sebuah celah gres sanggup dikenalkan atau celah usang sanggup hilang disebabkan oleh imbas luar.

  • Penghitungan huruf secara sederhana mencatat pencatatan sisa huruf pada header frame. Metode ini, bagaimanapun, secara gampang menggaggu jikalau field mendapatkan kesalahan dalam perjalanan, sehingga membuatnya sulit untuk menjaga sinkronisasi.

  • Kesanggupan Byte mematokkan frame dengan sebuah byte sekuensial khusus dan menggatikannya dengan DLE ETX. Kemunculan dari DLE (nilai byte 0×10) yang telah keluar dengan DLE lainnya. Tanda start dan stop dideteksi pada peserta dan dipindahkan sebagaimana pemasukan huruf DLE.

  • Hampir sama, kesanggupan bit menempatkan tanda start dan stop dengan bendera dari pola bit yang khusus. Peristiwa ini pada pentransmisian data ialah dihindari dengan memasukkan sebuah bit. Sebagai contoh, dimana bendera dari bit 01111110, sebuah 0 dimasukkan setelah lima angka 1 berurutan pada pedoman data. Bendera dan pemasukan 0 dipindahkn pada penerimaan berakhir. Ini membuat untuk fram secara acak yang panjang dan gampang pensinkronisasian untuk peneriman. Perlu dicatat bahwa kesanggupan bit ini ialah penambahan even jikalau data yang mengikutinya ialah 0, dimana tidak boleh salah untuk sebuah sekuensial sinkronisasi, sehingga peserta sanggup secara tanpa ambigu membudakan kesanggupan dari bit – bit yang normal.
Demikian yang dapat kami share kepada sobat source code aplikasi pada kesempatan ini, semoga dapat bermanfaat dan bisa menjadi referensi pemrograman bagi anda. Jangan lupa like Fan Page kami, dan SUBSCRIBE Channel Youtube kami untuk dapatkan update source code aplikasi terbaru.
(Telah didownload 123 kali, 1x didownload hari ini)
Download Source Code Aplikasi
Data Link Layer | Ahmad Code | 4.5